Melacak Korban Bencana Longsor

SATELIT
Rabu, 3 Maret 2010 | 06:42 WIB
AW Subarkah

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/03/06425825/melacak.korban.bencana.longsor

Upaya penyelamatan korban di daerah bencana, seperti bencana longsor salju, membutuhkan waktu yang cepat, tetapi banyak kendala bagi petugas SAR. Bukan hanya cuaca yang menghambat, tetapi juga kondisi lingkungan yang masih labil dan hampir seluruh permukaan salju terlihat sama, serta tidak terlihat jejak-jejak korban yang tertimbun longsor.

Penggunaan satelit navigasi saat ini memang sudah sangat dikenal, terutama satelit GPS milik Amerika Serikat, sebagai penanda koordinat di permukaan bumi. Puluhan satelit yang mengelilingi bumi mampu memberikan petunjuk posisi dengan presisi pada manusia di seluruh permukaan bumi melalui perangkat penerima GPS yang dilengkapi peta digital.

Kemudian juga ada navigasi sistem satelit dari Glonass buatan Rusia ikut meramaikan persaingan di antariksa ini. Dan, Eropa tidak mau ketinggalan dalam perlombaan ini, mereka akan memanfaatkan satelit navigasi Galileo untuk menyempurnakan sistem geolokasi masa depan.

Sistem navigasi satelit Eropa masa depan ini akan didedikasikan untuk melokalisasi posisi korban longsoran salju yang membawa transceiver longsoran salju atau telepon seluler. Sistem ini memiliki tingkat ketelitian sampai beberapa sentimeter.

Proyek yang direncanakan berfungsi 2012 ini akan dilaksanakan sebuah konsorsium perusahaan-perusahaan lokal di Jerman, institut dan universitas yang berkolaborasi dengan polisi dan layanan SAR gunung, serta disponsori Pusat Antariksa Jerman DLR.

Dalam percobaannya, para peneliti menggunakan antena transmiter yang dipasang di enam puncak gunung untuk menyimulasikan sinyal dari satelit Galileo. Para ahli nantinya akan mengombinasikan dengan sinyal-sinyal dari sistem navigasi yang sudah ada, seperti GPS dan Glonass, dengan membuat estimasi dan koreksi terhadap eror yang terjadi.

Peran ponsel

Sesungguhnya sangatlah sulit bagi petugas SAR untuk menemukan korban yang tertimbun longsoran salju. Sementara jika dalam hitungan sekitar satu setengah jam korban belum juga ditemukan, sulit diharapkan untuk bisa lolos dari maut.

Perkembangan teknologi saat ini sangat membantu mengembangkan rancangan penyelamatan menggunakan satelit Galileo, terutama karena pemakaian ponsel yang sudah sangat umum. Hampir semua orang saat ini membawa ponselnya sendiri yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan sistem ini, bahkan setidaknya hampir setiap orang memiliki satu ponsel.

Maka, dalam solusi kali ini mereka juga memanfaatkan fenomena ini dengan mengembangkan sistem geolokasi otomatis yang menggunakan sinyal dari satelit Galileo. Untuk pengembangan ini setidaknya ada dua komponen yang harus dicangkokkan untuk navigator SAR bencana salju longsor.

Pertama adalah ARN yang merupakan komponen yang berfungsi untuk melokalisasi ponsel dan peranti lunak yang menghitung posisi korban yang tertimbun salju yang berbasis pada pengukuran setempat. Berangkat dari pendekatan tempat di mana korban diperkirakan tergeletak di bawah salju itu, petugas SAR mulai mengukur kekuatan medan magnet sinyal yang ditransmisikan oleh ponsel dari tiga sampai lima titik referensi berbeda.

Sistem itu kemudian menggunakan perhitungan algoritma presisi tinggi untuk menentukan titik sumber sinyal yang besar kemungkinan ponsel berada bersama korban yang tertimbun. Dengan data presisi ini, petugas SAR dengan segera bisa memperoleh informasi arah dan jarak dari tempat mereka berada saat itu sehingga korban terkubur bisa segera ditemukan.

Sayang rancangan sistem ini masih lebih dikhususkan bagi korban bencana salju longsor, yang sudah tentu berbeda dengan kondisi tanah longsor yang banyak terjadi di negeri kita. Pada longsoran salju, para petugas SAR akan lebih mudah menggali dan menemukan korban yang terkubur, tetapi tidak demikian dengan tanah longsor.

Sekalipun posisi korban tanah longsor sudah diketahui dengan pasti, proses penggalian memakan waktu lama. Tanpa bantuan alat berat hampir tidak mungkin, sementara mendatangkan alat berat di kawasan bencana tanah longsor terhambat medan berat.

Meski demikian, gagasan cara penyelamatan ini bisa menjadi ide untuk mengembangkan sistem penyelamatan pada tanah longsor. Semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: