Dua Desa Buat Peta Bencana

Kearifan Lokal
Selasa, 23 Februari 2010 | 11:28 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/23/11285515/dua.desa.buat.peta.bencana

PROGO, KOMPAS – Desa Purwosari di Kecamatan Girimulyo dan Desa Hargotirto di Kecamatan Kokap, Kulon Progo, merintis pembuatan peta rawan bencana berbasis pengetahuan lokal. Peta memuat data dan informasi kebencanaan yang dirumuskan warga berdasar pengalaman.

Rintisan peta rawan bencana dibuat dalam pelatihan pengolahan data dan informasi bencana yang diadakan Yayasan Damar dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Senin (22/2). Pelatihan di Aula Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta, Pengasih, berlangsung empat hari.

Menurut Petugas Pendamping Masyarakat Yayasan Damar, Saptono Tanjung, kedua desa dipilih untuk percontohan karena sering longsor. Selama dua bulan terakhir terjadi belasan longsor di Purwosari dan Hargotirto. Namun, longsor tidak sampai menelan korban jiwa.

Peserta pelatihan yang terdiri dari perangkat pemerintah desa dan wakil masyarakat akan lebih diarahkan memasukkan informasi bencana ke peta. Mereka menggunakan peta desa turunan dari peta rupa bumi skala 1:25.000 yang disediakan panitia sehingga tidak perlu lagi menggambar ulang peta.

“Data mencakup macam bencana, kerentanan wilayah, dan potensi kerusakan fisik,” kata Saptono.

Peta yang sudah jadi disimpan dalam data komputer sehingga mudah diperbarui. Peta rawan bencana juga akan dicetak dan dipajang di kantor desa atau rumah kepala dusun agar jadi pedoman.

Saptono berharap, program ini bisa dilanjutkan di desa-desa lain, khususnya yang berada di perbukitan. Setidaknya terdapat 28 desa di 6 kecamatan yang rawan bencana alam seperti tanah longsor di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.

Ditambahkan Kepala Desa Purwosari Budiyanto, sebenarnya peta rawan bencana sudah ada di kantor desa, tetapi tak banyak warga yang bisa membaca karena peta itu dibuat orang lain. Dengan pelatihan pembuatan peta secara mandiri, warga diharapkan dapat mengetahui kondisi alam sekitarnya secara lebih baik. “Dari peta itu bisa diketahui lokasi-lokasi yang aman dari ancaman bencana sehingga bisa dijadikan tempat evakuasi,” kata Budiyanto. (YOP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: